Kognisi.com
  • Home
  • Edukasi
  • Masih Relevankah Sebuah Keharusan Menjadi Seorang PNS Masa Kini? 
Edukasi

Masih Relevankah Sebuah Keharusan Menjadi Seorang PNS Masa Kini? 

Masih Relevankah Sebuah Keharusan Menjadi Seorang PNS Masa Kini? 

Setiap orang di negara kita biasanya pernah memiliki cita cita untuk menjadi seorang abdi negara, atau yang akrab disebut sebagai pegawai negeri. Gaji yang menggiurkan, tunjangan hari raya yang besar, kepastian jenjang karir di masa depan dan kepastian akan hari tua melalui dana pensiun. Menjadi pegawai negeri merupakan sebuah prestis yang luar biasa tinggi.

Banyak orang tua yang lebih setuju anaknya menikah dengan seorang pegawai negeri, dan banyak anak yang bangga karena orang tuanya berprofesi sebagai pegawai negeri dibandingkan profesi lain. Pada tahun 2017, ada sekitar 2.600.000 pendaftar, hingga peserta CPNS 2017 masuk rekor MURI melampaui tes CPNS tahun sebelumnya. Angka sebanyak ini adalah bukti nyata tingginya minat masyarakat untuk bekerja dan menggantungkan hidupnya berprofesi sebagai pegawai negeri. Berapa total pegawai negeri sipil yang telah bekerja pada pemerintah? Pada tahun 2017, data menurut Badan Pusat Statistik mencatat ada 4 374 349 jiwa yang telah bekerja sebagai pegawai negeri sipil. Jumlah ini terlihat normal apabila dibandingkan dengan jumlah total penduduk Indonesia. Akan sangat normal jika kita bandingkan rasio pegawai negeri dengan negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam, Singapura akan terlihat wajar. Tapi apakah pemerintahan kita efektif ?

Menurut data dari Bank Dunia dalam World Goverment Indicator, nilai Indonesia (-0.22) masih tertinggal jauh dari Singapura (2,3), Malaysia (1,0), Thailand (0,36) dan Vietnam (0,08). Berapa anggaran dari pemerintah untuk pegawai negeri ? Menurut data dari APBN 2017, dari total anggaran yang dibelanjakan sebesar Rp 2.080 triliun, belanja pegawai dan operasional mencapai Rp 1.315 triliun. Belanja pegawai mencakup 26,1% dari total anggaran belanja pemerintah pusat, atau sekitar 1/4 dari anggaran dipakai untuk membayar gaji dan tunjangan para birokrat. Apakah dengan anggaran sebesar ini, kebocoran anggaran korupsi dapat dihentikan ? Dalam data dari International Corruption Index, kita satu level dengan Brazil dalam korupsi.

Mengapa kita selama bertahun tahun selalu mendambakan industri yang kuat, dan mengacu selalu pada negara maju seperti Jepang, Amerika Serikat, namun realisasinya industri di negara kita tidak semaju negara tersebut ?

Karena cita cita menjadi PNS merupakan hal yang diidolakan para mahasiswa. Hanya 0.5% dari mereka yang cita citanya berbisnis dan berusaha, sedangkan negara Asia lain minimal 2% dari populasi mahasiswa. Hal ini yang amat memperberat situasi perekonomian Indonesia, dimana seharusnya kita dapat lebih kompetitif dalam industri dan bisnis.

Menjadi PNS bahkan dapat menghambat kreatifitas anak bangsa, dimana 37 jam hanya digunakan untuk mengerjakan instruksi dari atasan dan melanggengkan perilaku “asal bapak senang” yang mematikan produktivitas dari individu sendiri. Apakah PNS yang ada sekarang kompeten ? Menurut Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi, ada 1.5 juta PNS yang tidak kompeten di Indonesia, yaitu sepertiga dari total PNS yang ada. Selain merusak individu, hal ini dapat merusak negara secara keseluruhan karena inkompetensi dan sistem birokrasi besar yang berbelit belit dan korup.

Mentalitas ini perlu diubah dari akar agar tidak menimbulkan kerusakan yang makin memperparah kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pemasukan terbesar Indonesia terbesar adalah melalui industri, dan ini seharusnya menjadi tombak dari perjuangan kemerdekaan Indonesia di masa depan. Sudah saatnya para pemuda bangkit untuk berbisnis dan berusaha, dan para orang tua supportif terhadap keinginan anaknya dan memberikan pendidikan serta pengetahuan yang cukup agar sanggup berkompetisi di dunia industri secara nasional hingga global. Kemerdekaan kita harus diperjuangkan, kali ini secara ekonomi oleh seluruh elemen masyarakat. Menggantungkan diri demi sesuap nasi dari pemerintah bukan solusi kemajuan bangsa dan perlambang nasionalisme. Para industrialis dan pebisnis muda adalah masa depan Indonesia menuju kemerdekaan dan kejayaan yang hakiki.

 

Sumber :

https://m.liputan6.com/bisnis/read/3109155/peminat-membeludak-1-kursi-cpns-2017-diperebutkan-65-pelamar

https://www.bps.go.id/statictable/2015/09/08/1798/jumlah-pegawai-negeri-sipil-menurut-jenis-kepegawaian-dan-jenis-kelamin-desember-2013-dan-desember-2016.html

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3497598/sri-mulyani-14-anggaran-pemerintah-habis-untuk-bayar-gaji-pns

https://datacatalog.worldbank.org/dataset/worldwide-governance-indicators

https://m.theglobaleconomy.com/compare-countries/

https://tradingeconomics.com/indonesia/corruption-index

https://m.merdeka.com/uang/pendapatan-negara-per-april-rp-5278-t-terbesar-disumbang-industri-pengolahan.html

Komentar

comments

Related posts

Pada Mulanya Adalah Krites (Bagian 1 dari 3)

Aura Asmaradana

Homo Floresiensis: Sang Hobbit Yang Merupakan Kita

Dea Lilis

Penggunaan Gadget dan Dampaknya Terhadap Anak di Usia Dini (0-12 Tahun)

Kognisi

Kognisi.com menggunakan fitur cookie untuk memaksimalkan pengalaman berselancar anda pada laman kami. Apabila anda tidak berkenan, anda dapat mematikan fitur ini. Accept Read More

Privacy & Cookies Policy
Lewat ke baris perkakas